Belajar Kreatif (9)

Di rumah nenek Kai, tepatnya di ruang tamu, ada kursi yang terbuat dari kayu. Di sela-sela kursi kayu tersebut terdapat celah kecil yang tak pernah kuperhatikan hingga sore ini. Kai bermain dengan Anin, sepupunya. Kemudian ia meminjam dompetku yang berisikan kartu-kartu. Awalnya aku tidak memberikannya, namun ia membujukku.
"Baiklah, kalau sudah dikembalikan ya?" pintaku.
"Heem," jawabnya kegirangan.
Sesampainya di dekat kursi kayu, ia mengeluarkan salah satu kartu. Lalu ia memasukkan kartu tersebut ke celah kecil yang berada di sela-sela kursi kayu. Seperti sedang memencet sesuatu, ia tekankan jari-jarinya ke kursi kayu. Tak lama, ia berteriak, "Uang! Uang!"


Begitulah imajinasi anak. Hanya dengan melihatku beberapa kali mengambil uang di ATM, ia bisa membayangkan kursi kayu sebagai mesin ATM dan menirukannya. Dari situ aku belajar tentang betapa kreatifnya seorang anak dalam menirukan sesuatu, bahkan dengan menemukan media berbeda yang sama sekali tak pernah terlintas dalam pikiran orang tua kemiripannya.


Comments