Sabtu pagi pukul 06.19, ponselku berdering. Nama orang yang sudah lama tidak bertemu denganku muncul di layarnya. Kuangkat, kemudian terdengar suara renyah sahabat yang sudah seperti saudara sendiri itu bicara.
"Halo, Assalamu'alaikum, " ucapku.
"Wa'alaikumussalam. Halo Mami, baru bangun ya? " balasnya.
"Kok tahu? " tanyaku.
"Hahaha. Kan sehati. Naik Malang City Tour yuk, Mam! " ajaknya.
"Kapan? Sekarang?" tanyaku kaget karena ajakannya yang tiba - tiba.
"Iya, nanti aku yang antriin, jam 8 insyaaAllah" jawabnya yakin.
Aku yang tak yakin memintanya menunggu keputusan sebentar sebelum mengiyakan ajakannya sembari bertanya pada teman-teman yang pernah antri di sana.
Setelah tahu bahwa antriannya dimulai sekitar jam 6-7 pagi, kami pun memutuskan mengganti tujuan playdate kami ke perpustakaan kota.
Sekitar jam 9.30 aku sampai di perpustakaan sambil menggendong Kai yang tertidur sepanjang perjalanan dari rumah kami yang berjarak 10 km.
"Alaric! " seruku memanggil anak sahabatku yang sedang bermain di playground yang bertempat di ruang baca anak. Aku langsung menghambur menuju ke arah Alaric dan bundanya saking kangennya, sampai tak menyadari bahwa ayahnya duduk di dekat pintu. Hehehee
Tak lama, Kai terbangun dan berkenalan dengan Alaric. Mereka bermain bersama. Usia mereka yang hanya terpaut sepuluh hari membuat mereka memiliki tahapan tumbuh kembang yang tak jauh berbeda. Tertarik pada hal yang sama, berebut mainan yang sama, dan diliputi kegembiraan yang sama tentunya. Seluncuran, jungkat-jungkit, ayunan, balok kayu, pin bowling plastik, tak lupa board book menjadi fasilitas bermain dan belajar mereka.
Sekitar pukul 11.30, Kai mulai panik mencari ayahnya yang sedang ke tempat fotocopy. Sambil menenangkan Kai, aku mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan. Lima belas menit kemudian ayah Kai datang. Selanjutnya kami menuju pasar ikan di Jl. Kahuripan.
Saat melewati pasar burung, Kai mulai nampak begitu antusias. Kami pun memarkir kendaraan di dekat tujuan kami yaitu pasar ikan. Sejak turun dari motor, ia tak ingin digendong. Kai berjalan menyusuri setiap toko dan memerhatikan mulai dari kelinci yang sedang mengunyah daun kenikir, iguana yang ia sebut cicak, hamster yang berlari di atas roda putar, kura-kura yang kecil hingga yang besar, terakhir berbagai ikan dengan warna-warninya yang begitu indah dipandang.
Kami membeli akuarium kecil yang terbuat dari akrilik agar aman untuk Kai. Kami membiarkan Kai yang memilih sendiri ikan yang ingin ia pelihara. Pilihannya jatuh pada ikan Sumatera berwarna kuning serta ikan pembersih kaca berwarna hitam. Tanaman kecil, jaring ikan, dan makanannya tak lupa kami beli untuk melengkapi kebutuhan ikan Kai nanti.
Sepulang dari pasar ikan, kami menuju Taman Trunojoyo di dekat Stasiun Malang Kota Baru. Di sana, Kai dan Alaric bermain ayunan sambil disuapi. Sayangnya, mereka berdua nampaknya tidak terlalu lapar sehingga makanan yang kami suapkan mereka acuhkan. Nantinya saat adzan Maghrib tiba kami baru menyadari bahwa Kai dan Alaric mungkin ingin ikut berpuasa karena saat berbuka mereka sama-sama makan dengan cukup lahap.
Turun dari ayunan, Kai tiba-tiba menyeletuk, "Inga!" serunya, menunjuk bagian belakang pating singa. Ia pun menuju ke sana. Tak disangka, beberapa waktu kemudian air mancur yang dinyalakan secara berkala mulai menyemburkan airnya. Kai tertarik dan ingin bermain air di sana. Pun Alaric yang tak ingin ketinggalan. Dengan pendampingan, mereka kami biarkan terkena sedikit percikan air.
Langit mendung mengakhiri pertemuan kami kali ini. Alaric bersama kedua orang tuanya pun pulang, sedangkan Kai masih bersama kami karena ingin minum ASI. Kami pun pulang setelah Kai kenyang. Alhamdulillah ,senang sekali bisa bersilaturrahim dengan sahabat yang baru pindah dari luar kota. Rasa senang ini menjadi berlipat tiga dengan adanya suami dan anak yang juga turut senang. Semoga akan ada kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya bagi kami untuk playdate seperti ini.
Semua anak adalah bintang, biarkan anak bersinar terang dengan cahaya mereka sendiri.
Malang, 20 Mei 2018
#semua anak adalah bintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang
"Halo, Assalamu'alaikum, " ucapku.
"Wa'alaikumussalam. Halo Mami, baru bangun ya? " balasnya.
"Kok tahu? " tanyaku.
"Hahaha. Kan sehati. Naik Malang City Tour yuk, Mam! " ajaknya.
"Kapan? Sekarang?" tanyaku kaget karena ajakannya yang tiba - tiba.
"Iya, nanti aku yang antriin, jam 8 insyaaAllah" jawabnya yakin.
Aku yang tak yakin memintanya menunggu keputusan sebentar sebelum mengiyakan ajakannya sembari bertanya pada teman-teman yang pernah antri di sana.
Setelah tahu bahwa antriannya dimulai sekitar jam 6-7 pagi, kami pun memutuskan mengganti tujuan playdate kami ke perpustakaan kota.
Sekitar jam 9.30 aku sampai di perpustakaan sambil menggendong Kai yang tertidur sepanjang perjalanan dari rumah kami yang berjarak 10 km.
"Alaric! " seruku memanggil anak sahabatku yang sedang bermain di playground yang bertempat di ruang baca anak. Aku langsung menghambur menuju ke arah Alaric dan bundanya saking kangennya, sampai tak menyadari bahwa ayahnya duduk di dekat pintu. Hehehee
Tak lama, Kai terbangun dan berkenalan dengan Alaric. Mereka bermain bersama. Usia mereka yang hanya terpaut sepuluh hari membuat mereka memiliki tahapan tumbuh kembang yang tak jauh berbeda. Tertarik pada hal yang sama, berebut mainan yang sama, dan diliputi kegembiraan yang sama tentunya. Seluncuran, jungkat-jungkit, ayunan, balok kayu, pin bowling plastik, tak lupa board book menjadi fasilitas bermain dan belajar mereka.
Sekitar pukul 11.30, Kai mulai panik mencari ayahnya yang sedang ke tempat fotocopy. Sambil menenangkan Kai, aku mendaftarkan diri menjadi anggota perpustakaan. Lima belas menit kemudian ayah Kai datang. Selanjutnya kami menuju pasar ikan di Jl. Kahuripan.
Saat melewati pasar burung, Kai mulai nampak begitu antusias. Kami pun memarkir kendaraan di dekat tujuan kami yaitu pasar ikan. Sejak turun dari motor, ia tak ingin digendong. Kai berjalan menyusuri setiap toko dan memerhatikan mulai dari kelinci yang sedang mengunyah daun kenikir, iguana yang ia sebut cicak, hamster yang berlari di atas roda putar, kura-kura yang kecil hingga yang besar, terakhir berbagai ikan dengan warna-warninya yang begitu indah dipandang.
Kami membeli akuarium kecil yang terbuat dari akrilik agar aman untuk Kai. Kami membiarkan Kai yang memilih sendiri ikan yang ingin ia pelihara. Pilihannya jatuh pada ikan Sumatera berwarna kuning serta ikan pembersih kaca berwarna hitam. Tanaman kecil, jaring ikan, dan makanannya tak lupa kami beli untuk melengkapi kebutuhan ikan Kai nanti.
Sepulang dari pasar ikan, kami menuju Taman Trunojoyo di dekat Stasiun Malang Kota Baru. Di sana, Kai dan Alaric bermain ayunan sambil disuapi. Sayangnya, mereka berdua nampaknya tidak terlalu lapar sehingga makanan yang kami suapkan mereka acuhkan. Nantinya saat adzan Maghrib tiba kami baru menyadari bahwa Kai dan Alaric mungkin ingin ikut berpuasa karena saat berbuka mereka sama-sama makan dengan cukup lahap.
Turun dari ayunan, Kai tiba-tiba menyeletuk, "Inga!" serunya, menunjuk bagian belakang pating singa. Ia pun menuju ke sana. Tak disangka, beberapa waktu kemudian air mancur yang dinyalakan secara berkala mulai menyemburkan airnya. Kai tertarik dan ingin bermain air di sana. Pun Alaric yang tak ingin ketinggalan. Dengan pendampingan, mereka kami biarkan terkena sedikit percikan air.
Langit mendung mengakhiri pertemuan kami kali ini. Alaric bersama kedua orang tuanya pun pulang, sedangkan Kai masih bersama kami karena ingin minum ASI. Kami pun pulang setelah Kai kenyang. Alhamdulillah ,senang sekali bisa bersilaturrahim dengan sahabat yang baru pindah dari luar kota. Rasa senang ini menjadi berlipat tiga dengan adanya suami dan anak yang juga turut senang. Semoga akan ada kesempatan kedua, ketiga, dan seterusnya bagi kami untuk playdate seperti ini.
Semua anak adalah bintang, biarkan anak bersinar terang dengan cahaya mereka sendiri.
Malang, 20 Mei 2018
#semua anak adalah bintang
#institutibuprofesional
#kelasbundasayang




Comments
Post a Comment