Komunikasi Produktif Hari 5

Malam ini air dari langit merintik lagi, gerimis, setelah kemarin mengguyur sejak sore hingga malam. "Allahumma shayyiban naafi'aan," ucapku pelan. Jam makan malam menjadi waktu yang amat berharga bagi kami untuk mengobrol setelah pagi hingga sorenya bekerja.
"Kenapa ya, orang-orang korupsi itu kok tetap ingin menimbun kekayaan, padahal sudah kaya? " tanyanya sembari menyuap nasi.
"Itulah manusia. Nggak ada cukupnya, nggak ada habisnya keinginannya." jawabku.
"Hmm..," gumamnya.
"Atau, bisa jadi, yang bersangkutan sudah punya semua yang dia inginkan. Lalu saking cintanya pada anak, cucu, dan keturunannya, dia ingin menimbunkan pada mereka juga. Manusia-manusia semacam ini terlena, mengejar dunia, hingga nanti suatu saat dia sadar, bahwa ternyata yang dia kejar sia-sia. Nggak dibawa pas harus meninggalkan dunia."
"Na'udzubillah. Semoga Allah menghindarkan kita dari cinta pada dunia hingga melalaikan akhirat ya."
"Aamiiin," aku mengamini doanya.
"Aku suka kalau kita ngobrol seperti ini. Kita saling mengingatkan ya?"
"Heem"

Malam itu kami mengobrol dengan menerapkan kaidah intensity of eye contact, tanpa ada game di antara kita. #senyum

Comments